Kegiatan magang di BPI Ringdikit Bulan Oktober. Pemijahan Ikan Nila
Kegiatan magang di BPI bulan Oktober (Pemijahan Ikan Nila)
Pada tahap persiapan wadah atau kolam,
kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi lingkungan sesuai dengan
kebutuhan fisiologis induk ikan nila sebelum proses pemeliharaan berlangsung.
Kegiatan ini dilaksanakan di
UPTD Balai Perbenihan Ikan (BPI) Ringdikit, Buleleng, Bali. Kolam yang digunakan adalah kolam nomor 46 dengan bentuk persegi panjang berukuran panjang 38 meter, lebar 13,3 meter, dan tinggi 1,6 meter, dimana kolam ini mampu menampung sekitar 400 ekor indukan ikan nila berdasarkan rekomendasi padat tebar induk nila pada kolam tanah yaitu 3–5 ekor per meter persegi tergantung ukuran induk
3.2.1
Pemilahan/seleksi Indukan
3.2.1
Proses Pemijahan Induk Nila
Induk ikan nila yang sudah melalui
proses seleksi kemudian ditebar ke kolam pemijahan dengan kepadatan sekitar 1
ekor per meter persegi sesuai standar pedoman teknis budidaya terbaru. Selama
masa pemijahan, induk diberikan pakan komersial dengan dosis sekitar 3% dari
total biomassa setiap hari. Penebaran induk umumnya dilakukan pada pagi hari
agar ikan tidak mengalami stres akibat perubahan suhu lingkungan secara drastis
(Putra & Lestari, 2021). Di UPTD Balai Perbenihan Ikan Ringdikit, metode
pemijahan yang diterapkan adalah pemijahan alami, yaitu dengan menempatkan
induk jantan dan betina secara bersamaan dalam satu petak kolam.
3.2.1
Panen Larva dan Karantina Induk
Pemanenan larva dengan ukuran sekitar 0,6 – 0,7 cm dilakukan setelah kurang lebih 15 hari sejak induk ditebarkan ke kolam pemijahan. Tahapan panen dimulai dengan menurunkan level air kolam pada pagi hari hingga hampir habis. Sebelum kegiatan panen dilakukan, hapa panen terlebih dahulu dipasang pada bagian pipa outlet kolam. Ketika air dikeluarkan melalui saluran pembuangan, larva yang ikut terbawa aliran air akan tertampung pada hapa tersebut. Larva hasil panen selanjutnya dipilah menggunakan ember atau keranjang yang berlubang (grading) dengan ukuran mesh sekitar 0,6 mm. Setelah proses pemanenan larva selesai, jumlah larva kemudian dihitung menggunakan metode sampling memakai saringan berukuran kecil.
Pandederan dan Pemeliharaan Larva
Comments
Post a Comment