Kegiatan magang bulan September di BPI Ringdikit. Pemijahan ikan karper
Laporan Kegiatan Magang Bulan September 2025.
pemijahan ikan karper
Perawatan Induk
Induk merupakan faktor terpenting dalam keberhasilan budidaya ikan mas. Kualitas genetik yang baik harus dimiliki oleh calon indukan. Teknik pemeliharaan induk perlu diperhatikan selama proses budidaya agar dapat menciptakan induk yang sehat. Pemijahan induk terjadi sepanjang tahun dan mampu menghasilkan telur dengan kualitas dan kuantitas yang sesuai dengan standar merupakan indikator keberhasilan dari pemeliharaan induk.
Persiapan Kolam Dan Kakaban
Persiapan kakaban dan kolam sangat penting dilakukan sebelum kegiatan dimulai, dengan adanya persiapan kakaban dan kolam maka kegiatan yang dilakukan akan berjalan dengan baik. Untuk persiapan kakaban dan kolam pada teknik pembenihan ikan karper bertujuan juga agar proses budidaya dapat berlangsung secara maksimal. Proses persiapan kolam terdiri dari beberapa proses yaitu menyiapkan kakaban, dan pengisian air.
Pemilihan dan seleksi Indukan
Menurut Samara (2020), Untuk mendapatkan benih yang berkualitas, perbaikan kualitas genetik ikan dapat dilakukan melalui seleksi induk. Calon induk yang telah dipilih akan dikawinkan secara alami untuk menghasilkan larva. Seleksi induk bertujuan untuk memilih induk yang memiliki kualitas baik untuk dipijahkan, sehingga dapat menghasilkan kualitas dan kuantitas telur yang baik. Induk ikan Karper yang dikembangkan di UPTD Balai Perbenihan Ikan Ringdikit. Induk diseleksi secara manual dengan visualisasi melalui perbedaan bentuk tubuh, organ genital, warna tubuh ikan jantan dan ikan betina serta pemeriksaan kesehatan ikan yang diseleksi.
Proses Pemijahan
Pemijahan merupakan proses perkawinan antara induk jantan dan induk betina yang mengeluarkan sel telur dari indukan betina, sel sperma dari indukan jantan serta terjadi di luar tubuh ikan (eksternal). Pemijahan adalah bagian dari reproduksi ikan yang menjadi mata rantai daur hidup semua spesies. Bertambahnya populasi ikan sangat tergantung pada terjadinya pemijahan (Augusta dkk., 2020). Ikan Mas (Cyprinus carpio L.) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang mudah dipijahkan sepanjang tahun sehingga seringkali pemijahan ikan mas dilakukan secara alami. Induk yang telah diseleksi kemudian dilepas ke dalam kolam pemijahan (kolam tanah) dengan ukuran dengan tingkat kepadatan tebar 2 banding 1 jantan 6 ekor betina 3 ekor.
Proses Penanganan Induk Pasca Pemijahan
Setelah pengecekan induk yang sudah bertelur dilakukan melepaskan kakaban di dalam jarring yang telah di pasang, lalu di pindahkan di luar jarring untuk memudahkan dalam menangkap induk ikan karper. Pemindahan dimaksudkan untuk menghindari induk ikan karper memakan kembali telur-telurnya karena setelah pemijahan induk akan kehilangan tenaganya. Telur ikan karper menetas antara 1-2 hari setelah pemijahan atau dalam kurun waktu 48-72 jam, tergantung suhu air.
Panen dan Pemeliharaan Larva
Pemeliharaan telur dari memijah
hingga sortasi pertama yaitu selama 3 minggu, dimulai dari
proses penetasan biasanya
telur menetas selama 2 hari jika suhu air 26–28°C hari setelah pemijahan jika suhu
lebih redah dari itu semisal 22–24°C, proses penetasan
bisa melambat menjadi 3
hari. Selama pemeliharaan larva ini memerlukan kondisi air
yang sangat terkontrol Selama perawatan larva,
pengendalian hama dan
penyakit, pengontrol air, dan pemberian pakan adalah faktor penting supaya
mendapatkan hasil yang maksimal. Pakan yang diberikan
3 kali dalam sehari
yaitu pada pagi,
siang dan sore lama pemeliharaan larva yaitu 30 hari.
Comments
Post a Comment